Gigi Ngilu? Gausah Panik, Ini Dia Cara Mengatasinya!

Gigi ngilu memang bisa membuat hari-hari kita terasa tidak nyaman. Apalagi jika kita suka mengonsumsi makanan dan minuman dingin, seperti es krim, minuman es, atau smoothies. Rasanya seperti ada sinyal SOS dari gigi kita yang minta tolong, dan ini bisa membuat kita jadi gugup atau khawatir tentang kondisi kesehatan gigi kita.

Gigi ngilu biasanya terjadi akibat pengikisan lapisan enamel gigi yang berfungsi melindungi bagian dalam gigi


Tapi jangan khawatir! Kamu tidak sendirian. Gigi ngilu memang umum terjadi dan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pengikisan enamel gigi, gigi retak, atau penyakit gusi. Namun, tidak perlu panik karena ada beberapa cara mudah untuk meredakan gigi ngilu.

Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif

Pasta gigi yang mengandung fluoride dan kalium nitrat bisa membantu meredakan rasa ngilu pada gigi sensitif. Fluoride membantu memperkuat enamel gigi, sementara kalium nitrat bisa menghalangi rangsangan pada syaraf gigi. Jadi, pastikan untuk memilih pasta gigi yang sesuai dengan kondisi gigi kamu.

Kurangi konsumsi makanan dan minuman dingin

Makanan atau minuman yang terlalu dingin bisa membuat gigi kamu terasa lebih sensitif dan ngilu. Cobalah untuk menghindari makanan dan minuman yang terlalu dingin atau panas. Jika kamu ingin minum minuman dingin, tunggu beberapa saat sampai minuman tersebut tidak terlalu dingin lagi sebelum kamu meminumnya.

Hindari makanan dan minuman yang asam

Makanan dan minuman yang asam bisa membuat enamel gigi kamu lebih mudah terkikis, yang bisa memperburuk kondisi gigi sensitif kamu. Cobalah untuk menghindari makanan dan minuman yang asam, seperti jeruk, tomat, atau minuman berkarbonasi.

Gunakan sikat gigi dengan lembut

Sikat gigi yang terlalu kasar bisa membuat gigi kamu semakin sensitif dan ngilu. Cobalah untuk menggunakan sikat gigi dengan lembut, dan jangan terlalu memakai tekanan yang keras. Selain itu, pastikan kamu mengganti sikat gigi kamu setiap tiga bulan sekali.

Berkonsultasi dengan dokter gigi

Jika gigi ngilu kamu terus berlanjut atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter gigi terdekat. Dokter gigi bisa membantu mengevaluasi kondisi gigi kamu dan memberikan perawatan yang sesuai, seperti mengisi gigi yang retak atau membersihkan gigi yang terkena penyakit gusi.

Gigi ngilu bisa menjadi masalah yang sangat mengganggu, apalagi jika terjadi secara terus-menerus atau semakin parah. Namun, gigi ngilu sebenarnya bukanlah suatu kondisi yang harus ditakuti. Sebaliknya, ini adalah tanda bahwa gigi kamu sedang membutuhkan perawatan atau perubahan kebiasaan.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan gigi ngilu meliputi:

Pengikisan enamel gigi


Enamel gigi adalah lapisan luar gigi yang berfungsi untuk melindungi struktur gigi yang lebih dalam dari kerusakan dan infeksi. Enamel gigi terdiri dari mineral keras yang disebut hidroksiapatit. Ketika enamel gigi terkikis atau rusak, lapisan ini akan menipis dan dapat menyebabkan sensitivitas gigi yang berlebihan, atau yang biasa disebut gigi ngilu.

Pengikisan enamel gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

  1. Asam: Asam yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi dapat merusak enamel gigi. Asam yang dihasilkan oleh bakteri dalam plak gigi juga dapat mengikis enamel gigi.
  2. Tekanan: Tekanan yang berulang-ulang pada gigi, misalnya saat menggigit atau mengunyah makanan yang sangat keras, dapat mengikis enamel gigi.
  3. Abfractions: Abfractions adalah kerusakan enamel yang disebabkan oleh tekanan yang berulang-ulang pada gigi selama waktu yang lama. Ini dapat terjadi pada gigi yang tidak rata atau pada gigi yang terkena bruxism (gemeretak gigi).
  4. Gigi Berlubang: Gigi berlubang dapat menyebabkan kerusakan enamel gigi. Ketika bakteri dalam plak gigi mencerna sisa makanan yang menempel pada gigi, mereka menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi.
  5. Abrasi: Abrasi adalah pengikisan enamel gigi yang disebabkan oleh gesekan yang berulang-ulang pada gigi. Ini dapat terjadi akibat menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan gigi sebagai alat untuk membuka botol atau merobek kemasan.

Jika enamel gigi terkikis, akar gigi yang lebih sensitif akan terbuka dan terpapar langsung dengan lingkungan mulut. Ini menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif terhadap suhu dan rasa manis atau asam. Jika Anda mengalami gigi ngilu, disarankan untuk mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan menghindari makanan atau minuman yang dapat memperparah sensitivitas gigi.

Gigi retak atau patah


Gigi retak atau patah dapat menjadi penyebab gigi ngilu. Retak atau patahnya gigi dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  1. Trauma: Cedera pada gigi dapat menyebabkan retak atau patah. Trauma dapat terjadi karena kecelakaan, olahraga, atau tindakan kasar pada gigi.
  2. Karies gigi: Karies gigi dapat melemahkan gigi dan membuatnya lebih rentan terhadap retak atau patah.
  3. Menggigit benda keras: Menggigit benda keras seperti pensil, kuku, atau es dapat merusak gigi dan menyebabkan retak atau patah.
  4. Gigi yang rapuh: Beberapa orang memiliki gigi yang lebih rapuh dan rentan terhadap keretakan dan patah.

Gigi yang retak atau patah dapat menyebabkan gigi ngilu karena dentin dan pulpa yang terbuka. Dentin adalah lapisan gigi yang terletak di bawah email gigi, sedangkan pulpa adalah jaringan lunak yang terletak di dalam gigi. Keduanya sensitif terhadap suhu, tekanan, dan stimulus lainnya.

Jika gigi retak atau patah terjadi, maka dentin dan pulpa yang terbuka dapat menyebabkan rasa sakit atau ngilu pada gigi. Selain itu, gigi retak atau patah juga dapat menyebabkan iritasi pada gusi dan bahkan infeksi gigi.

Jika Anda mengalami gigi retak atau patah, segera kunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan mencegah masalah yang lebih serius di masa depan.

Penyakit gusi

Penyakit gusi bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan gigi dan membuat gigi kamu lebih sensitif terhadap rangsangan.

Penyakit gusi atau periodontitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada jaringan yang mengelilingi gigi, termasuk gusi, ligamen periodontal, dan tulang pendukung gigi. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, periodontitis dapat menyebabkan kerusakan gigi dan bahkan kehilangan gigi.

Salah satu gejala umum periodontitis adalah gigi ngilu atau sensitif. Gigi yang sensitif mungkin terasa sakit atau tidak nyaman ketika terkena dingin atau panas, atau bahkan ketika disentuh atau dikunyah. Ini dapat terjadi karena peradangan pada jaringan periodontal menyebabkan kerusakan pada tulang pendukung gigi dan menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif.

Penyebab periodontitis meliputi penumpukan plak dan tartar pada gigi, yang dapat memicu respon peradangan dari sistem kekebalan tubuh. Faktor risiko lainnya termasuk merokok, diabetes, dan kekurangan vitamin C.

Untuk mengobati periodontitis dan mencegah gigi ngilu yang disebabkannya, penting untuk menjaga kebersihan gigi yang baik dengan menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan antara gigi dengan benang gigi atau alat pembersih gigi lainnya. Anda juga harus menghindari merokok dan menjaga kesehatan umum dengan mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur. Jika gigi ngilu tidak membaik atau disertai dengan gejala lain seperti perdarahan gusi atau bengkak, segera temui dokter gigi untuk penanganan yang tepat.

Kebiasaan menggeretak gigi atau bruxism

Menggeretak gigi atau bruxism bisa membuat gigi kamu lebih rentan terhadap kerusakan dan menjadi lebih sensitif.

Bruxism adalah kebiasaan menggeretak atau menggigit gigi, baik pada saat terjaga atau tidur. Kebiasaan ini dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif dan terasa ngilu. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan bruxism meliputi:

  1. Stres: Bruxism seringkali terjadi pada orang yang mengalami stres atau kecemasan yang berlebihan.
  2. Gangguan tidur: Orang yang memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea atau insomnia dapat mengalami bruxism.
  3. Kebiasaan buruk: Kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau pulpen dapat mempengaruhi kebiasaan bruxism.
  4. Kelainan gigi: Orang dengan gigi yang tidak sejajar atau salah gigitan, seperti overbite atau underbite, cenderung lebih rentan mengalami bruxism.

Bruxism dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, termasuk sensitivitas gigi dan kerusakan permanen pada email gigi. Jika dibiarkan terus-menerus, bruxism juga dapat menyebabkan rahang terasa sakit, sakit kepala, dan sakit leher. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi kebiasaan bruxism untuk mencegah kerusakan gigi dan masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan. Jika Anda mengalami bruxism, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi atau ahli terkait lainnya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Untuk mengatasi gigi ngilu, kamu bisa melakukan beberapa cara mudah seperti yang telah disebutkan di atas. Namun, jika gigi ngilu kamu semakin parah atau terus berlanjut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

Dokter gigi bisa membantu mengevaluasi kondisi gigi kamu dan memberikan perawatan yang sesuai, seperti pemasangan kawat gigi atau mengisi gigi yang retak. Selain itu, dokter gigi juga bisa memberikan saran dan tips untuk menjaga kesehatan gigi kamu.

Kesimpulannya, gigi ngilu memang bisa membuat kita merasa tidak nyaman, tetapi ini bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Ada beberapa cara mudah untuk meredakan gigi ngilu, seperti menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, menghindari makanan atau minuman yang terlalu dingin atau asam, dan berkonsultasi dengan dokter gigi jika gigi ngilu kamu semakin parah atau terus berlanjut.
Baca Juga

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak